STA CIGOMBONG, JANGAN JADI RUMAH DITINGGAL PENGHUNI

Posted on
  • Sabtu, 01 Mei 2010
  • by
  • Abdul Sidik
  • in
  • Label:
  • Share Artikel Melalui :
    Siapa yang tidak kenal dengan sub terminal agribisnis (STA) yang berada di Cigombong?, tiap bulan banyak sekali tamu-tamu dari luar daerah yang sengaja datang untuk melihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para pelaku usaha yang mengisi STA Cigombong.

    Tiap hari hilir mudik mobil-mobil pengangkut sayuran baik yang mengirimkan sayuran ke pasar tradisional seperti ke pasar TU Bogor, Keramat Jati, Pasar Induk Jakarta dan lain sebagainya maupun mobil-mobil box AC yang datang menjemput sayuran khusus untuk pasar-pasar modern seperti hypermart, giant, tip-top, matahari, dan katering-katering untuk restoran, kapal terbang dan sebagainya. Keberhasilan Sub Terminal Agribisnis (STA) Cigombong dalam hal mengelola agribisnis hortikultura sudah terlihat dari banyaknya para pengunjung yang datang, mulai dari tingkat intansi, petani, maupun kalangan akademisi.

    Fasilitas-fasilitas yang ada sekarang jauh lebih lengkap dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, sekarang ditambah lagi dengan dua bangunan baru untuk packing house bagi para pengusaha-pengusaha di daerah Kabupaten Cianjur. Namun dari semua itu, muncul suatu kekhawatiran bahwa pengelolaan (manajemen) didalam Sub Terminal Agribisnis (STA) Cigombong dirasa kurang efektif dan efisien, yang terlihat sekarang hanya orang-orang itu saja, padahal yang menjadi pengelola STA Cigombong banyak sekali. Dimanakan mereka sekarang? Sanggupkah mereka berjuang terus dan terus, penuh dengan semangat untuk lebih meningkatkan pelayanan di STA Cigombong, semua itu masih diragukan.

    Penyebab dari semua itu apa? Hipotesis saya melihat karena kurangnya rasa memiliki dan motivasi dari seluruh unsur manajemen, kurang penghargaan dari pemerintah dan tidak jelasnya hak dan kewajiban yang diberikan baik dari pemerintah maupun pada pengurus, sehingga batasan-batasan yang ada menjadi semakin tidak jelas. Selain itu penentuan intensif, bonus, gaji, atau upah tidak tertata dengan baik. Siapa yang salah…? Pertanyaan itu masih perlu dianalisis.

    Harapan kita semua, semoga STA Cianjur dapat dikelola dengan baik selain aset penting yang menjadi salah satu pemasukan bagi pemerintah melalui PAD, juga menjadi salah satu sarana yang membantu petani untuk memasarkan sayurannya secara langsung. (Abdul Sidik)

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Untuk saling berbagi, silahkan berkomentar, saya sangat menghargai komentar anda, Tapi MAAF komentar Spam atau Iklan akan langsung saya hapus!

    Anda Tertarik Ingin Berlangganan Artikel Gratis, Silahkan Masukan Alamat Email Anda: