7 LANGKAH JITU KENDALIKAN VIRUS KUNING PADA CABAI

Posted on
  • Selasa, 04 Mei 2010
  • by
  • Abdul Sidik
  • in
  • Label:
  • Share Artikel Melalui :
    Menurut informasi dari Antara (8/02/10) Perkembangan harga cabai merah keriting dan cabai rawit pada tingkat pedagang pengecer terus naik pada posisi Rp30.000 per kilogram dan cabai rawit Rp20.000 per kilogram. Tingginya harga tersebut akibat masih kekurangan produksi cabai, salah faktor penyebab turunnya produksi bahkan langkanya produksi adalah akibat tanaman cabai yang ditanam oleh para petani banyak yang terserang virus, salah satu yang banyak menyerak adalah virus kuning (Geminivirus) dimana virus ini termasuk kelompok virus tanaman penyerang cabai. Penyakit ini tidak ditularkan melalui biji, tetapi dapat menular melalui penyambungan dan serangga vector kutu kebul (Bemisia tabaci). Kutu kebul yang berukuran 1–1,5 mm dan berwarna putih dengan sayap ditutupi lilin bertepung, dapat menularkan geminivirus secara persisten yaitu sekali makan pada tanaman sakit dapat menularkan virus selama hidupnya.

    Tanaman sakit daunnya mengalami “vein clearing” dimulai dari daun pucuk, berkembang menjadi kuning terang, tulang daun menebal dan daun menggulung ke atas (cupping). Infeksi lanjut menyebabkan daun-daun mengecil dan berwarna kuning terang, tanaman kerdil dan tidak berbuah. Namun di lapangan tidak semua tanaman cabai menunjukkan warna kuning terang, tergantung jenis varietas, ketinggian tempat dan lingkungan.

    Teknologi pengendalian penyakit virus kuning/virus gemini yang sampai dengan saat ini dikuasai dan diyakini mampu menekan/mengelola serangan adalah dengan memadukan berbagai cara pengendalian secara terintegrasi dalam satu kesatuan program.

    Berdasarkan hasil kajian dari beberapa literatur sedikitnya adal tujuh cara untuk menangani serangan virus ini yaitu:

    Pertama, penggunaan benih yang sehat dan pembuatan persemaian yang baik sehingga tanaman mampu tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan secara fisiologis mempunyai ketahanan yang lebih baik terhadap gangguan OPT.

    Kedua, pemanfaatan kelambu untuk menutup persemaian (pengerondongan persemaian). Kelambu terbuat dari kain sifon yang dipasang dengan baik dan rapi sehingga tidak dapat ditembus dan dimasuki oleh vektor kutu kebul (Bemisia tabaci). Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penularan virus sejak dini.

    Ketiga, penyiapan lahan tanam dengan baik. Keempat, penanaman tanaman pagar (penghalang) di sekeliling petak pertanaman cabai, untuk menghambat infestasi serangga vektor (yang berarti menghindari penularan virus). Terdapat beberapa jenis tanaman pagar yang dapat digunakan antara lain tanaman jagung dan orok–orok. Tanaman pagar jagung ditanam sebanyak 6 baris kurang lebih 2–3 minggu sebelum tanam cabai dengan jarak tanam yang rapat 15–20 cm. Apabila tanaman jagung yang digunakan, dilakukan beberapa baris tanam dengan selang waktu tanam satu minggu.

    Kelima, sanitasi lingkungan berupa pembersihan dan pemusnahan tanaman inang dan tanaman yang telah menunjukkan gejala serangan. Keenam, pemasangan likat kuning (perangkap serangga berwarna kuning yang sudah diberi perekat). Likat kuning dipasang di areal pertanaman dengan tiang pancang setinggi + 50 cm (sedikit di atas tajuk tanaman) sebanyak 40 buah/hektar.

    Ketujuh, pemanfaatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhyzobacteria) yaitu merendam benih yang akan disemai dengan larutan PGPR selama 6–12 jam dengan konsentrasi larutan 20 ml/liter air. Pemanfaatan PGPR dapat juga dilakukan dengan cara dilakukan penyiraman larutan PGPR setiap satu minggu sekali. Kedelapan, apabila dimungkinkan dapat disemprotkan larutan cairan daun bayam duri atau daun bunga pagoda atau daun nimba untuk menginduksi ketahanan tanaman.

    Semoga dengan terkendalikan virus kuning ini, para petani yang berada di Kecamatan Pacet, Cipanas, Cugenang dan Sukaresmi khususnya umumnya yang ada di Kabupaten Cianjur dapat menikmati harga cabai yang terus naik tersebut. Semoga (Abdul Sidik: dari berbagai sumber)

    13 komentar:

    zulfadli mengatakan...

    Mas ada ng'k obat pengendalian penyakit keriting pada cabe atau yg disebut geminivirus secara efektif?

    zulfadli mengatakan...

    Mas ada ng'k obat pengendalian penyakit keriting pada cabe atau yg disebut geminivirus secara efektif?

    sidik mengatakan...

    Zulfadli @ Terima kasih Mas Zulfadli atas pertanyaanya. Ok, menurut yang saya ketahui sampai saat ini belum ada pestisida yang terdaftar dan diizinkan oleh Menteri Pertanian yang dapat mematikan virus. Namun yang paling penting adalah melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian penyakit virus kuning pada tanaman cabai, terutama ditunjukan pada vektor pembawa yaitu Bemisia Tabaci dan Kutu Daun Aphis atau Myzus. Demikian...

    Anonim mengatakan...

    keempat dan keenamnya mana??

    Anonim mengatakan...

    @Anonim: berarti tidak di baca semuanya? semuanya ada :)

    Anonim mengatakan...

    mas kalaw mengatasi lalat buah gimana n apa obat nya trimaksih

    eman mengatakan...

    permisi gan mksd nya semprot dau bayam. pagoda tu gmn gan ? Thanks

    Abdul Sidik mengatakan...

    @eman: Membuat ramuan dari daun-daun tersebut kemudian di ekstrak, dan disemprotkan...

    Abdul Sidik mengatakan...

    @Anonim: Silahkan biasakan baca dulu artikelnya baru komentar, sehingga tidak salah komentar :)

    Abdul Sidik mengatakan...

    @Anonim: lalat buah dapat diatasi dengan cara pergiliran tanaman yang bukan tanaman inang lalat buah, atau bisa juga mengumpulkan buah cabai yang terserang kemudian dimusnahkan. bisa juga dikendalikan dengan menggunakan prangkat yang diolesi tanaman yang mengandung metil eugenol seperti tanaman daun wangi (Melaleuca bracteata) dan selasih (Ocimum sanctum). Semoga bermanfaat

    ahmad arfansa mengatakan...

    untuk memberantas lalat buah coba gan pake CURACRON

    Anonim mengatakan...

    obatnya ada gak gan? apa aja gt, yg terdaftar atw gak,

    elsuny mengatakan...

    mohon bantuannya saya memiliki tanaman cabe yang keriting kecoklatan kemudian kering, padahal ditanam dalam polibag dan jauh dari lahan pertanian dan tanahnya juga ambil dikebun yang belum pernah ditanami hortikultura dan di dalam kampung, mohon penjelasanya. www.elsuny.com

    http://tvin.me/situs-SMS-gratis

    Posting Komentar

    Untuk saling berbagi, silahkan berkomentar, saya sangat menghargai komentar anda, Tapi MAAF komentar Spam atau Iklan akan langsung saya hapus!

    Anda Tertarik Ingin Berlangganan Artikel Gratis, Silahkan Masukan Alamat Email Anda: