PERKIRAAN IKLIM DAN REKOMENDASINYA TAHUN 2010/2011 DI KABUPATEN CIANJUR

Posted on
  • Senin, 11 Oktober 2010
  • by
  • Abdul Sidik
  • in
  • Label:
  • Share Artikel Melalui :
    Pemanasan global telah mengacaukan musim hujan dan musim kemarau. Para petani kini sulit menentukan jenis varietas dan kalender tanam, lantaran iklim sulit diduga. Di berbagai wilayah Indonesia kekeringan dan banjir menggagalkan produksi pangan. Sawah banyak puso atau gagal panen lantaran kemarau panjang dan banjir. Para petani mestinya tidak begitu saja pasrah. Di sejumlah kabupaten/kota, berbagai kelompok petani kini aktif mengikuti sekolah lapangan iklim. Mereka berharap bisa lebih mudah dan pasti dalam menetapkan varietas serta kalender tanam, sesuai gejala-gejala iklim yang dipelajari.

    Memang tidak dipungkiri semua kebutuhan hidup manusia baik kegiatan ekonomi dan kegiatan lainnya sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim. Demikian juga kegiatan proses produksi dalam budidaya pertanian. Apalagi melihat kondisi iklim akhir-kahir ini yang semakin sulit untuk diprediksi, tidak sedikit mengalami berbagai kendala atau permasalahan, termasuk kegagalan panen.
    Kabupaten Cianjur sebagai salah satu kabupaten yang bertumpu pada sektor pertanian, dimana peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Cianjur sangat dominan. Karena sektor pertanian sangat tergantung dari prakiraan iklim khususnya musim hujan, maka perlu adanya kajian yang lebih dalam tentang prakiraan iklim musim hujan untuk tahun 2010/2011 dan perlu adanya rekomendasi pengelolaan budidaya pertanian bagi para petani di Kabupaten Cianjur.
    Sebagaimana prakiraan musim hujan 2010/2011 yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dimana, hasil perikiraan untuk Kabupaten Cianjur adalah sebagai berikut:
    Tabel.1.
    Prakiraan Iklim Musim Hujan 2010/2011 di Kabupaten Cianjur

    No
    Daerah
    Awal Musim Hujan
    Sifat Hujan
    1
    Cianjur Bagian Tengah
    September III-Oktober II
    Normal
    2
    Cianjur bagian Timur
    September III-Oktober II
    Normal
    3
    Cianjur Bagian Utara
    September II-Oktober I
    Atas Normal
    4
    Cianjur Bagian Selatan
    September II-Oktober I
    Normal
    Sumber: BMKG, 2010.

    Berdasarkan tabel 1 di atas diketahui bahwa prakiraan musim di Kabupaten Cianjur untuk tahun 2010/2011 rata-rata normal. Sehingga hal ini menjadi peluang bagi Kabupaten Cianjur untuk terus meningkatkan produksi pangan, yang dikawal oleh rekomendasi-rekomendasi yang baik dari intansi pemerintah.
    Berdasarkan prakiraan iklim musim hujan di atas, maka perlu ada rekomendasi dalam pengelolaan budidaya pertanian di Kabupaten Cianjur. Berikut rekomendasi yang perlu perhatikan:
    1.    Penanaman pada musim hujan tahun 2010/2011 dapat dilakukan lebih awal dari pada biasanya, karena awal musim hujan diperkirakan terjadi lebih awal dan dapat mengurangi risiko kekeringan pada musim tanam musim kemarau 2011. Khususnya bagi kecamatan-kecamatan yang awal musim hujan dimulai bulan September atau Oktober dan bagi kecamatan yang musim hujannya dimulai bulan November, Desember dan Januari dapat memanfaatkan lahannya dengan menanam komoditi yang berumur pendek dan sesuai dengan ketersediaan air yang ada baik untuk tanaman pangan ataupun sayuran.
    2.    Untuk mengantisipasi keterlambatan tanam pada musim hujan 2010/2011 yang terjadi lebih awal, maka perlu direncanakan terjaminnya ketersediaan benih dan sarana produksi yang diperlukan. Hal ini penting untuk mendukung peningkatan IP dan mengantisipasi keruksakan akibat banjir atau DPI lainnya.
    3.    Peningkatan kewaspadaan terhadap kemungkinan timbulnya banjir dan serangan organisme pengganggu tanaman tertentu yang dapat mempengaruhi tingkat produksi, sehingga monitoring perlu ditingkatkan.
    4.    Segera lakukan pengendalian hayati apabila diwaspadai telah terdapat populasi OPT atau gerakan pengendalian apabila terdapat populasi yang membahayakan.
    5.    Melakukan pemantauan secara lebih intensif pada areal-arela rawan serangan OPT, banjir atau kekeringan.
    6.    Menyiapkan benih bagi petan yang lahannya mengalami puso akibat banjir atau serangan OPT.
    7.    Melakukan koordinasi dengan berbagai intansi terkait terutama dalam rangka antisipasi atau adaptasi terhadap kondisi iklim yang terjadi.

    1 komentar:

    iwan19991 mengatakan...

    wah kasihan para petani ya pak,,,, mesti "dibekali ilmu-ilmu" biar sigap dalam menghadapi segala permasalahan...

    Posting Komentar

    Untuk saling berbagi, silahkan berkomentar, saya sangat menghargai komentar anda, Tapi MAAF komentar Spam atau Iklan akan langsung saya hapus!

    Anda Tertarik Ingin Berlangganan Artikel Gratis, Silahkan Masukan Alamat Email Anda: