REFERENSI SKRIPSI PERIKANAN: KAPAL DAN NELAYAN

Posted on
  • Selasa, 20 September 2011
  • by
  • Abdul Sidik
  • in
  • Label:
  • Share Artikel Melalui :
    Anda sedang mencari Referensi skripsi tentang Kapal Ikan dan Nelayan? Saya sudah tuliskan berdasarkan beberapa sumber, bila bermanfaat silahkan di Copy aja ya... Semoga Skripsi anda cepat kelar... :) 

    Referensi Kapal:
    Menurut Maimun dan Habib (2000) Secara sederhana dikatakan bahwa kapal ikan adalah kapal yang berhubungan dengan aktifitas penangkapan di laut. Klasifikasi atau penggolongan kapal ikan dapat dilakukan dengan melihat bangunan kapal dan material yang digunakan.

    Biasanya kapal kecil dibuat dari kayu. Kapal jenis ini telah digunakan sejak zaman dulu untuk perikanan pantai dan kebanyakan kapal-kapal ini terbuka. Kapal kecil disebut dengan jukung yang dioperasikan dengan batang atau dayung, kapal kayu yang kecil yang ditandai oleh kesederhanaan dalam bentuk dan pembikinan, mudah dalam penangkapannya, mudah dalam pendaratannya walaupun tidak tersedia tempat pendaratan yang baik, mudah dalam bernavigasi (Maimun dan Habib, 2000).

    Menurut Nomura dan Yamazaki (1977) kapal ikan adalah kapal yang digunakan dalam kegiatan perikanan yang mencakup penggunaan atau aktivitas penangkapan atau pengumpul sumberdaya perairan, pengolahan budidaya sumberdaya perairan serta penggunaan dalam aktifitas riset, training dan inspeksi sumberdaya perairan.

    Referensi Nelayan:
    Nelayan adalah orang yang ikut dalam pengoperasian penangkapan ikan secara langsung. Nelayan berdasarkan fungsinya dan permodalannya dibagi menjadi dua yaitu nelayan juragan dan nelayan pendega. Nelayan pendega adalah orang yang bekerja mencari ikan atau melaut namun tidak memiliki kapal maupun alat tangkap.

    Nelayan ini dapat juga disebut dengan nelayan buruh. Nelayan juragan dibagi menjadi 3 tipe berdasarkan tanggung jawabnya yaitu juragan darat, juragan laut dan juragan darat-laut. Secara umum definisi juragan darat adalah orang yang memiliki perahu dan alat tangkap tetapi tidak ikut melaut.

    Juragan laut adalah orang yang tidak memiliki perahu dan alat tangkap tetapi ia bertanggung jawab terhadap operasi penangkapan ikan di laut. Sedangkan juragan darat-laut yang memiliki perahu dan alat tangkap serta bertanggung jawab terhadap operasi penangkapan ikan di laut (Hermanto, 1986).

    Menurut Mubyarto, et.al. (1984) dalam bukunya yang berjudul “Nelayan dan Kemiskinan” dalam studi Ekonomi Antropologi, memberikan pengertian berbeda tentang “Masyarakat Desa Nelayan” menurutnya memang dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kaya dan kaya sekali disatu pihak dan kelompok ekonomi-sedang, miskin, miskin sekali dan tukang.

    Pemakaian kata “Desa Nelayan” telah mengantarkan kepada pemahaman bahwa nelayan dilihat sebagai masyarakat yang mempunyai ciri-ciri sendiri dan bertempat tinggal berada ditepi pantai, sehingga dapat juga disebut sebagai masyarakat yang berdiam di “Desa Pantai Perkampungan Nelayan” yang menjadikan perikanan sebagai mata pencaharian yang terpenting. Keluarga sebagai inti terkecil dalam masyarakat telah dijadikan pusat penggalian informasi tentang kehidupan nelayan. Maka dari itu pembangunan nelayan menjadi tampak penting, agar mutu kehidupan manusia nelayan itu dapat ditingkatkan.

    Salah satu faktor yang mempengaruhi didalam penangkapan ikan adalah nelayan. Menurut Ayodhyoa (1981), jumlah nelayan pada unit penangkapan bervariasi disesuaikan dengan armada penangkapan dan alat tangkap yang digunakan.

    Pembagian kerja yang berlaku adalah sebagai berikut:
    • Nahkoda atau kapten merangkap sebagai fishing master, berjumlah satu orang, bertugas mencari daerah penangkapan ikan (fishing ground).
    • Motoris bertanggung jawab terhadap kelancaran mesin kapal berjumlah satu orang.
    • Satu orang juru masak dan atau anak buah kapal (ABK) lainnya yang bertugas untuk setting dan hauling alat tangkap.

    Referensi yang terkait:
    • Ayodhyoa, A.U, 1979. Ilmu Teknik Penangkapan. Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor.
    • Mubyarto, Loekman Soetrisno Michael Dave, 1984. Nelayan dan Kemiskinan; Study Ekonomi Antropologi di Dua Desa Pantai. Diterbitkan atas Kerjasama Yayasan Agro Ekonomi. CV. Rajawali, Jakarta.
    • Nomura, M dan T. Yamazaki. 1987. Teknik Penangkapan Ikan Bagian I. Terjemahan Wisnu Gunarso. Bogor.
    • catatan "Yang lainnya belum ada, cari sendiri aja ya.. :) mohon maaf"

    "Bila Kesulitan pengolahan data penelitian dengan SPSS, silahkan miliki panduan Smart SPSS di sini"

    Semoga, referensi Skripsi Perikanan tentang Kapal dan Nelayan dapat membantu anda yang sedang mencari sumber-sumber untuk skripsi atau tesis. Bila anda memiliki referensi tentang perikanan lainnya, silahkan bantu rekan-rekan kita dengan mencantumkannya di kolom komentar.

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Untuk saling berbagi, silahkan berkomentar, saya sangat menghargai komentar anda, Tapi MAAF komentar Spam atau Iklan akan langsung saya hapus!

    Anda Tertarik Ingin Berlangganan Artikel Gratis, Silahkan Masukan Alamat Email Anda: